Liputan CS – CARINGIN. Memasuki tahun ajaran 2026/2027, SDN Pasir Muncang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, menghadapi keterbatasan ruang kelas di tengah meningkatnya jumlah peserta didik. Kondisi tersebut membuat sekolah menerapkan sistem pembelajaran bergiliran (shift) sambil menunggu realisasi pembangunan gedung baru dari pemerintah.
SDN Pasir Muncang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, menerima sebanyak 80 siswa baru kelas 1 pada tahun ajaran 2026/2027. Para siswa tersebut terbagi ke dalam dua rombongan belajar (rombel) sesuai kuota yang telah diajukan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor.

Kepala SDN Pasir Muncang, H. Asep Saepul Kamal, S.Pd., mengatakan saat ini sekolah hanya memiliki enam ruang kelas. Sementara itu, kebutuhan ideal mencapai 12 rombongan belajar agar seluruh proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal.
“Kami saat ini memiliki enam ruang kelas, sedangkan jumlah rombongan belajar mencapai 12. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar harus dilaksanakan secara bergiliran hingga pukul 14.00 WIB,” ujar H. Asep Saepul Kamal.
Ia menjelaskan, jumlah peserta didik di SDN Pasir Muncang saat ini mencapai 476 siswa. Proses pembelajaran didukung oleh 16 tenaga pendidik yang terus berupaya memberikan layanan pendidikan secara maksimal meski dengan keterbatasan fasilitas.
Selain kekurangan ruang kelas, sekolah juga menghadapi keterbatasan sarana pendukung lainnya, terutama halaman sekolah yang sempit. Kondisi tersebut membuat berbagai aktivitas siswa, termasuk pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) serta kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, tidak dapat dilaksanakan secara maksimal di lingkungan sekolah.
“Setiap ada kegiatan sekolah maupun pelajaran PJOK dan kegiatan Pramuka, kami harus memanfaatkan lapangan di luar sekolah karena halaman yang kami miliki sangat terbatas,” jelasnya.
Menurut H. Asep, persoalan keterbatasan sarana dan prasarana sudah berlangsung cukup lama. Dengan jumlah siswa yang terus meningkat setiap tahun, kebutuhan akan ruang belajar yang memadai menjadi semakin mendesak.
Pihak sekolah pun berharap Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pendidikan segera merealisasikan pembangunan atau relokasi gedung sekolah baru. Menurutnya, lahan untuk pembangunan telah tersedia sehingga diharapkan proses pembangunan dapat segera diwujudkan.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Bogor dan Dinas Pendidikan dapat segera merealisasikan pembangunan sekolah baru. Lahan sudah tersedia, sehingga kami hanya menunggu keseriusan dari instansi terkait agar kebutuhan ruang belajar bagi para siswa dapat segera terpenuhi,” pungkas H. Asep Saepul Kamal.
Dengan bertambahnya jumlah peserta didik setiap tahun, pembangunan gedung baru dinilai menjadi solusi penting untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar sekaligus memberikan kenyamanan bagi siswa dan tenaga pendidik di SDN Pasir Muncang. SEP