Mawar Hitam dan Panglima: Janji di Bawah Hujan

Pelabuhan itu tetap berdiri kokoh. Di bawah sinar matahari senja yang perlahan memudar, bayangan kapal mulai nampak dari kejauhan. Kapal sang panglima perang. Namun, suasana tak seindah yang diharapkan. Langit menggantungkan awan gelap, pekat, seakan menjadi pertanda bagi hati yang resah. Di dermaga, seorang perempuan berdiri diam. Mawar Hitam, begitu ia dikenal. Bukan karena hitamnya […]

Continue Reading

Pertempuran Dua Dunia: Misteri, Takdir, dan Kesetiaan | Part 3

…lanjutan cerita: Langit di atas Gunung Lazuardi berubah menjadi merah gelap, tanda bahwa kekuatan misterius sedang bangkit. Panglima dan rombongannya terus mendaki, meski angin dingin menerpa wajah mereka, dan tanah berbatu semakin licin. Patih sesekali berhenti, memandangi bayangan samar yang seperti bergerak di tepi penglihatannya. “Panglima, kita sedang diawasi,” bisik Patih dengan nada tegang. “Aku […]

Continue Reading

Pertempuran Dua Dunia: Misteri, Takdir, dan Kesetiaan | Part 2

…lanjutan cerita: Pria misterius itu mengenakan baju serba hitam, dengan topeng yang menutupi sebagian wajahnya. Ia hanya diam, matanya tajam menatap Arya, sementara tangannya yang kokoh mencengkeram lengan Putri Raja. “Aku datang untuk membawa Putri,” jawab pria itu dengan suara rendah, seperti desiran angin yang membawa ancaman. “Dia adalah kunci untuk menghentikan semua ini.” “Kunci?” […]

Continue Reading

Pertempuran Dua Dunia: Misteri, Takdir, dan Kesetiaan | Part 1

Hutan belantara di barat istana itu terkenal angker dan penuh misteri. Kabut tebal menyelimuti setiap sudutnya, seolah menjadi dinding tak kasat mata yang menguji keberanian siapa pun yang berani memasukinya. Panglima dan pasukannya, meski diliputi kecemasan, tetap melangkah tanpa ragu. Dengan gerakan mantap, Panglima menyibakkan halimun yang menghadang. Di belakangnya, derap langkah kuda dan gemerincing […]

Continue Reading

Mawar Hitam Panglima Perang

Kembangku… Pelabuhan tetap berdiri kokoh… Menanti kapal panglima perang bersandar … Nahkoda begitu murka hingga bertindak bodoh… Hingga awan langitpun pekat lentingkan halilintar… Kembangku… Kau genggam masalalu bak mutiara… Harta yang kau pendam sekian lama… Tak lekang oleh waktu…  Meskipun menikam sembilu…  Kembangku… Panglima tak dapat gantikan mutiara dengan permata… Bahkan intan ataupun sekerat emas… […]

Continue Reading

Tabah

— Raden Hilang Raden hilang, bayangannya samar… Tinggal jejak, menggurat di malam pudar. Tak dapat tanya, anak bapak terdiam Bersama sunyi yang berbisik pelan. Raden Bangkit Kembali Raden bangkit, seakan dari kabut pagi, Menggenggam harapan di sela jari, Melangkah tegas, membelah malam, Diiringi rindu yang dulu karam. Hati Kecewa Hati kecewa, pernah terluka, Terhimpit rindu […]

Continue Reading