Liputan CS – CARINGIN. SDN Cikereteg 01 di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, masih menerapkan sistem pembelajaran bergiliran (shift) pada Tahun Ajaran 2026/2027 akibat keterbatasan ruang kelas. Pihak sekolah berharap pemerintah segera merealisasikan penambahan ruang kelas agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara normal.

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cikereteg 01, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, menerima sebanyak 80 siswa baru pada Tahun Ajaran 2026/2027. Seluruh siswa baru tersebut terbagi ke dalam dua rombongan belajar (rombel) sesuai kuota yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.
Saat ini, SDN Cikereteg 01 memiliki 10 ruang kelas yang digunakan untuk melayani 12 rombongan belajar. Kondisi tersebut membuat sekolah masih menerapkan sistem pembelajaran bergiliran (shift) bagi siswa kelas 1 dan kelas 2.

Kepala SDN Cikereteg 01, Sri Mundayati, S.Pd., mengatakan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2026/2027 telah berjalan sesuai dengan kuota yang diajukan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.
“Alhamdulillah, untuk tahun ajaran 2026/2027 siswa yang telah resmi diterima di kelas 1 berjumlah 80 siswa sesuai kuota yang diajukan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Namun karena keterbatasan ruang kelas, saat ini sekolah masih menerapkan sistem shift bagi kelas 1 dan kelas 2,” ujar Sri Mundayati saat ditemui di ruang kerjanya.
Ia menjelaskan, jumlah peserta didik di SDN Cikereteg 01 saat ini mencapai 424 siswa. Dengan keterbatasan fasilitas yang ada, pihak sekolah terus berupaya menjaga kualitas pembelajaran agar tetap berjalan secara optimal meskipun menggunakan sistem bergiliran.
Sri Mundayati berharap Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pendidikan dapat memberikan tambahan ruang kelas agar seluruh kegiatan belajar mengajar dapat dilaksanakan dalam satu sesi tanpa harus membagi waktu belajar siswa.
Sementara itu, Guru sekaligus Operator Sekolah (OPS) SDN Cikereteg 01, Adam Darmawan, mengatakan kebutuhan penambahan ruang kelas semakin mendesak karena jumlah peserta didik terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.
“Kami berharap rencana penambahan bangunan sekolah dapat segera direalisasikan. Dengan adanya tambahan ruang kelas, sekolah tidak perlu lagi menerapkan sistem shift. Setiap tahun jumlah peserta didik terus bertambah sehingga kebutuhan ruang belajar juga semakin meningkat. Kami berharap usulan ini dapat dikabulkan oleh pemerintah maupun instansi terkait,” ungkap Adam.
Pihak sekolah optimistis, apabila penambahan ruang kelas dapat direalisasikan, proses belajar mengajar akan berlangsung lebih efektif dan memberikan kenyamanan bagi siswa maupun tenaga pendidik. SEP