Perjalanan menuju Situs Gunung Padang memang sudah lama kami lakukan, namun kali ini saya ingin membagikan kembali pengalaman kami dalam menjelajahi situs megalitik yang penuh misteri ini. Pada Minggu, 16 Desember 2012, saya bersama Ir. U. Saidun, Rahmat, dan beberapa teman memulai ekspedisi kami menuju Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat.
Memulai Ekspedisi
Ini adalah ekspedisi pertama kami ke Gunung Padang. Perjalanan dimulai dari Caringin, Bogor, sekitar pukul 12.30 WIB. Kami menggunakan kendaraan Kijang tahun 1997. Awalnya, kami berencana melalui jalur Puncak, tetapi karena khawatir macet, kami akhirnya memutuskan untuk mengambil rute lewat Sukabumi. Sekitar satu setengah jam kemudian, kami tiba di daerah Cianjur tanpa hambatan berarti. Kami melihat papan petunjuk menuju Gunung Padang yang tampak masih baru dan mengkilap, menandakan popularitasnya yang kian meningkat, terutama setelah kunjungan Dede Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Barat pada tahun 2011.
Setelah perjalanan lancar sejauh 2 km di atas jalan beraspal, kami mulai menemui medan berbatu dan jalan tanah yang menguji kendaraan kami. Selama perjalanan, banyak kendaraan lain yang melintas dari arah berlawanan, menunjukkan tingginya minat wisatawan untuk mengunjungi situs ini. Waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 15.00 ketika kami masih berjuang di jalan berbatu yang kerap kali memaksa kami berhenti karena harus berbagi ruang dengan kendaraan lain.
Mendekati Situs Gunung Padang
Setelah perjalanan yang cukup panjang, kami akhirnya melihat papan penunjuk yang menyatakan jarak 3 km lagi menuju Gunung Padang. Kami tetap melanjutkan perjalanan meskipun hari sudah mulai gelap. Pemandangan di kiri-kanan jalan dihiasi oleh kebun teh yang terhampar luas, menambah keindahan dan ketenangan suasana. Sekitar satu setengah jam kemudian, kami sampai di portal menuju Gunung Padang. Kami memarkirkan kendaraan di rumah salah satu warga, dan perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju lokasi.

Jalanan menuju situs utama cukup licin karena gerimis, dan penuh bebatuan besar. Kami harus melangkah hati-hati sambil menikmati suasana yang semakin mistis. Sepanjang jalan, tampak warung-warung kecil yang berjajar, menawarkan makanan seperti bakso, mie ayam, serta jajanan khas lainnya seperti gula merah dan makanan ringan.
Memasuki Kawasan Situs Gunung Padang
Dengan tiket seharga Rp2.000,-, kami memasuki kawasan Gunung Padang. Di pintu masuk, terdapat bangunan loket dan di sebelahnya terdapat ruangan yang tampak seperti kantor untuk para pemandu wisata. Kami dipandu menaiki anak tangga yang cukup curam dengan kemiringan sekitar 45 derajat.
Sesampainya di atas, pemandangan yang luar biasa menyambut kami: hamparan batu-batu besar yang tersusun rapi, seakan-akan membentuk sebuah karya arsitektur dari zaman dahulu. Subhanallah, sungguh luar biasa! Guide kami menceritakan bahwa situs ini merupakan saksi sejarah yang diperkirakan sudah ada sejak ribuan tahun lalu.

Ekspedisi Kedua
Pengalaman pertama ini membuat kami begitu terkesan, sehingga kami kembali melakukan ekspedisi kedua pada 13 April 2013. Kali ini, kami membawa lebih banyak orang dan mencoba jalur yang berbeda untuk memperoleh perspektif baru tentang situs ini.
Semoga artikel mengenai Ekspedisi Situs Gunung Padang: Misteri dalam Perjalanan ini bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih. RA
