Ketika saya berbincang dengan salah satu orang tua dari teman, yang usianya jauh di atas saya, beliau menceritakan masa-masa hidupnya sebelum kemerdekaan. Beliau sering menyebut istilah “OKD”—Organisasi Keamanan Desa—terutama ketika membahas masa-masa pemberontakan.
Meskipun dengan wajah yang sudah menua, mata sayu, dan tawa yang tersisa hanya beberapa gigi, tubuhnya tetap terlihat kekar meski kecil. Tubuhnya seolah menyimpan untaian makna sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Saat ini, usianya kira-kira sudah 70 tahun lebih.
“Oh, di zaman OKD mah, Bapak aktif sekali. Suasananya waktu itu tegang sekali,” ucapnya dengan penuh kebanggaan di sela-sela percakapan kami, yang terus mengalir tanpa terasa. Beliau antusias berbagi pengalamannya.
OKD adalah Organisasi Keamanan Desa yang dibentuk pada masa kemerdekaan, yang kemudian menjadi cikal bakal LINMAS (Perlindungan Masyarakat) dan sebelumnya dikenal sebagai HANSIP (Pertahanan Sipil). LINMAS sudah hadir bahkan sebelum TNI, Polri, maupun Satpol PP, meski dalam bentuk yang berbeda. Namun, hingga kini, penghargaan terhadap mereka sering kali dipandang sebelah mata, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.
Para anggota LINMAS yang sudah berusia lanjut tetap aktif mengenakan seragam mereka, meskipun tidak menerima gaji seperti Pegawai Negeri. Dengan keikhlasan dan kebanggaan, mereka tetap mengabdi. Kita seharusnya memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada mereka.
Sayangnya, generasi muda kadang enggan dan merasa malu untuk meneruskan perjuangan ini hanya karena alasan warna seragam yang identik dengan “Pasukan Hijau.” Namun, harapan itu ada, salah satunya melalui PP No. 6 Tahun 2010 tentang Satuan Polisi Pamong Praja, yang diharapkan dapat memperkuat eksistensi LINMAS melalui peraturan daerah masing-masing.
Di Kabupaten Bogor, pada tahun 2012, Kesbangpol Linmas—melalui program dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat—mulai memberikan bantuan seragam LINMAS, meskipun terbatas. Ini diharapkan menjadi awal kebangkitan LINMAS sebagai garda terdepan bagi masyarakat dalam menjaga ketertiban umum, keamanan, kenyamanan lingkungan, serta penanganan bencana sosial dan bantuan sosial lainnya. Mereka juga berperan sebagai pasukan pendukung bagi aparat pemerintah daerah, khususnya Muspika di wilayah masing-masing.
Semoga kita semua dapat terus menghargai dan mendukung peran LINMAS yang setia mengabdi untuk menjaga keselamatan masyarakat. Terima kasih.
