Liputan CS – Cigombong – Sejumlah media online dan cetak di Kabupaten Bogor membentuk Paguyuban Jurnalis Kecamatan Cijeruk, Caringin, dan Cigombong (CICAGO). Wadah ini bertujuan untuk meningkatkan sinergitas sebagai kontrol sosial antara jurnalis, lembaga pemerintah, dan sektor swasta.
Camat Cijeruk, Sobar Mansoer, memberikan apresiasi sekaligus pesan khusus kepada anggota paguyuban untuk mengedepankan profesionalisme sesuai dengan kode etik jurnalistik. Ia berharap kehadiran komunitas ini dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Kami menunggu gerakan konkret dari paguyuban ini. Jangan hanya dibentuk, tapi juga harus aktif menunjukkan kontribusi nyata yang dirasakan masyarakat,” ujar Sobar dalam acara Silaturahmi Akbar dan Doa Bersama menjelang akhir tahun 2024 di Gedung Serbaguna Masjid Besar Al-Adzhim, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, pada Jumat (27/12).

Menurut Sobar, peran jurnalis dalam pembangunan daerah sangat besar, terutama sebagai kontrol sosial, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Ia menekankan pentingnya keberadaan paguyuban untuk memperkuat sinergitas antara pemerintah, lembaga, dan jurnalis.
“Paguyuban ini dibentuk untuk meningkatkan hubungan yang baik antara jurnalis, pemerintah, dan swasta. Kami tidak melarang pemberitaan yang bersifat kritis, asalkan sesuai fakta dan dilengkapi dengan konfirmasi yang benar,” jelasnya.
Ia juga berharap hubungan yang sudah terjalin selama ini terus diperkuat dan mengingatkan agar paguyuban tetap aktif. “Jangan sampai setelah dibentuk malah tidak ada gerakan lagi. Kami menunggu program-program nyata dari paguyuban ini,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu Dewan Penasehat Paguyuban Jurnalis CICAGO, H. Saprudin Jepri, memberikan apresiasi terhadap inisiatif pembentukan paguyuban tersebut. Ia memuji kemampuan paguyuban yang baru berusia 10 hari namun berhasil menyelenggarakan acara besar tanpa meminta bantuan dana melalui proposal.
“Saya sangat salut dengan paguyuban ini. Mereka mampu membuat acara tanpa meminta bantuan. Bahkan ketika saya ingin membantu, mereka menolak,” kata Jepri, pria yang dikenal dengan gaya nyentrik dan perlente ini.
Jepri juga mendukung tujuan paguyuban sebagai wadah edukasi dan pemberdayaan anggota untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) para jurnalis. “Selain meningkatkan sinergitas dengan pemerintah, pemberdayaan dan peningkatan SDM adalah langkah yang sangat bagus. Dengan begitu, jurnalis yang tergabung bisa menyajikan berita yang lebih profesional,” tuturnya.
Ketua Paguyuban Jurnalis CICAGO, Ujang Maturidi, menyatakan bahwa pembentukan paguyuban ini lahir dari keinginan bersama untuk meningkatkan sinergitas dan profesionalisme. Saat ini, paguyuban telah diikuti oleh 12 media yang berkomitmen memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.
“Paguyuban ini dibentuk untuk meningkatkan sinergitas antara para jurnalis dalam mendukung pembangunan. Selain itu, paguyuban juga menjadi tempat untuk meningkatkan SDM dan profesionalisme sesuai dengan kode etik jurnalistik,” jelas Ujang.
Dengan terbentuknya Paguyuban Jurnalis CICAGO, diharapkan para jurnalis dapat lebih berkontribusi dalam mendukung pembangunan wilayah dan memperkuat hubungan dengan berbagai pihak demi kemajuan masyarakat. UMAT
