Permodelan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM)

Komunitas

PERMODELAN KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT (KIM) DALAM PENYEBARAN INFORMASI

Pengertian
Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dibentuk dengan tujuan untuk:
– Mengidentifikasi permasalahan bersama melalui diskusi antar anggota.
– Menyusun solusi atas permasalahan yang dihadapi.
– Membuat keputusan kolektif.
– Melaksanakan keputusan tersebut melalui kerja sama.
– Mengembangkan jaringan informasi yang mendukung pemecahan masalah dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.

KIM/LKM
KIM atau LKM (Lembaga Komunikasi Masyarakat) adalah kelompok atau lembaga layanan publik yang berfokus pada penyediaan layanan informasi dan pemberdayaan masyarakat. Lembaga ini bertujuan untuk membantu masyarakat setempat mengatasi permasalahan melalui akses informasi yang mudah dan pemanfaatan informasi tersebut. KIM dibentuk oleh, dari, dan untuk masyarakat dengan hasil yang tidak berupa keuntungan finansial, melainkan sebagai agen penyebaran informasi.

Tujuan
1. Mengidentifikasi dan mendiskusikan masalah bersama di dalam kelompok.
2. Mencari solusi atas permasalahan yang ada.
3. Membuat keputusan bersama yang efektif.
4. Mengembangkan jaringan informasi sebagai media komunikasi dua arah antara KIM/LKM dan pemerintah.
5. Mewujudkan jaringan informasi yang mendukung komunikasi dua arah antara KIM/LKM dan pemerintah.

Fungsi
KIM memiliki beberapa fungsi penting, yaitu:
– Sebagai media komunikasi antar anggota KIM dan antara KIM dengan pemerintah.
– Sebagai mitra dialog pemerintah dalam merumuskan kebijakan publik.
– Sebagai sarana pemberdayaan masyarakat di bidang informasi.
– Sebagai lembaga yang memiliki potensi ekonomi melalui pemanfaatan informasi.

Bentuk Pemberdayaan KIM
1. Penyediaan fasilitas untuk meningkatkan akses terhadap informasi, termasuk jaringan dan perangkat komputer.
2. Pengembangan sarana diskusi untuk mengolah informasi yang diperoleh.
3. Penerapan informasi yang telah diakses melalui kegiatan atau program kelompok.
4. Perluasan diseminasi informasi dari kelompok kepada masyarakat luas.
5. Penyelenggaraan kompetisi antar kelompok untuk memacu prestasi dan semangat kompetitif yang positif.

Tujuan dan Sasaran Pembinaan
Sasaran:
– Terciptanya pola pembinaan KIM yang berkelanjutan dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
– Terwujudnya koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi pembinaan KIM yang berkesinambungan.
– KIM berperan sebagai wadah penggerak partisipasi aktif masyarakat dalam menyampaikan informasi dan aspirasi.

Tujuan:
– Meningkatkan pola pembinaan KIM dalam pembangunan kapasitas sumber daya manusia.
– Memperkuat koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi pembinaan KIM bersama instansi pemerintah, swasta, dan organisasi lainnya.
– Mengoptimalkan peran KIM sebagai penggerak partisipasi masyarakat dalam menyampaikan informasi dan aspirasi.

Tahapan dan Pemberdayaan KIM di Kota/Kabupaten
A. Sosialisasi:
– Pendataan dan revitalisasi kelompok capir di tingkat kelurahan sebagai dasar pembentukan KIM.
– Koordinasi dengan pemerintah kelurahan dan tokoh masyarakat setempat.
– Penentuan lokasi untuk pembentukan KIM.

B. Fasilitas:
– Pelaksanaan pembentukan KIM secara langsung.
– Penyediaan akses informasi yang mudah.
– Penyediaan layanan informasi yang mudah diakses.

Aktivitas Pokok KIM
1. Akses Informasi: Mengakses informasi dari berbagai sumber, baik langsung maupun tidak langsung.
2. Diskusi: Diskusi internal untuk tukar-menukar informasi, mengidentifikasi permasalahan, dan membahas solusi.
3. Implementasi: Melakukan tindakan berdasarkan pengetahuan atau informasi yang diperoleh untuk diterapkan dan didayagunakan di masyarakat.

Jenis dan Permodelan KIM
1. Permodelan KIM berbasis IT
2. Permodelan KIM berbasis Jasa
3. Permodelan KIM berbasis Kelompok Usaha Bersama (Kube)
4. Permodelan KIM berbasis Majelis Ta’lim
5. Permodelan KIM berbasis Tradisional (Metra)

Potensi
Sejak tahun 2011, Pemerintah Kabupaten Bogor mulai membentuk dan mendata KIM di wilayahnya. Potensi KIM di Kabupaten Bogor sangat besar, mengingat luasnya wilayah kecamatan, kelurahan, dan desa. Proses pembentukan KIM di Kabupaten Bogor tidak bersifat top-down, melainkan mengedepankan aspirasi yang muncul dari masyarakat.

Manfaat Bagi Masyarakat
1. Masyarakat mendapatkan informasi terkini (e-Community).
2. Peningkatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi (e-Business).
3. Mendukung peran pemerintah dalam pelayanan publik (e-Government).
4. Memungkinkan berbagai manfaat lain dalam masyarakat yang berbasis informasi.

Referensi :
Erwin Suryana (Diskominfo Kab. Bogor) pada Pembekalan KIM

Liputan CS
Author: Liputan CS

Liputan CS adalah organisasi non-profit, sebuah komunitas informasi masyarakat, portal berita, gerbang informasi yang berfokus pada penyampaian informasi, inspirasi serta edukasi kepada masyarakat. Dapatkan update terbaru dan artikel menarik lainnya. Masyarakat memilih Liputan CS karena pendekatan inklusif dan kemampuannya dalam menyuarakan potensi wilayah dan ikut serta dalam mencerdaskan Bangsa.

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *