Liputan CS – CARINGIN. SD Negeri Curugdengdeng, Kecamatan Caringin, telah memasuki hari ke-18 dalam pelaksanaan Pesantren Kilat (Sanlat) di bulan suci Ramadan. Kegiatan ini berlangsung di ruang kelas dan diikuti oleh siswa dari kelas satu hingga kelas enam. Para peserta didik mendapatkan bimbingan langsung dari guru agama sebagai bagian dari pembinaan spiritual mereka selama bulan Ramadan.

Sahrul, S.Pd., selaku guru Pendidikan Agama Islam (PAI), menyampaikan kepada siswa bahwa Ramadan merupakan kesempatan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Ia menekankan pentingnya menjaga puasa dengan menahan haus, lapar, serta segala godaan yang dapat membatalkannya. Selain itu, siswa diajak untuk rajin melaksanakan salat, membaca Al-Qur’an, serta memahami cara berpuasa yang benar agar mendapatkan keberkahan dan syafaat.
Dalam pembinaannya, Sahrul juga mengingatkan tentang tujuh kebiasaan baik bagi anak Indonesia yang hebat, yaitu: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, bersosialisasi, serta gemar belajar.

Kepala SDN Curugdengdeng, Nurlela, S.Pd., menuturkan bahwa kegiatan di bulan Ramadan merupakan momen istimewa yang selalu dinantikan oleh umat Muslim. “Pesantren kilat ini bertujuan membekali peserta didik dengan pemahaman keislaman yang lebih mendalam. Mereka juga diajarkan untuk menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa serta memahami makna ibadah yang dilakukan selama Ramadan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa puasa di bulan Ramadan memiliki keutamaan dan pahala yang besar dibandingkan puasa sunnah lainnya, seperti puasa Senin-Kamis. Oleh karena itu, anak-anak didorong untuk menjalankan ibadah dengan penuh kesungguhan agar mendapatkan manfaat spiritual yang maksimal.
Kegiatan pesantren kilat ini diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga bagi siswa dalam menjalani ibadah puasa dan memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. SEP
