Liputan CS – Saat ini, banyak orang yang terbiasa menggunakan smartphone sebelum tidur sebagai cara untuk bersantai, menonton video, atau sekadar mengecek media sosial. Aktivitas ini seolah menjadi rutinitas malam hari yang sulit dihindari, terutama dengan meningkatnya ketergantungan pada perangkat digital dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, kebiasaan ini sering kali diikuti dengan tindakan meletakkan smartphone di bawah bantal atau dekat dengan kepala saat tidur, karena dianggap praktis dan mudah dijangkau ketika terbangun di malam hari. Padahal, meskipun terlihat sepele, kebiasaan tersebut sebenarnya dapat menimbulkan berbagai risiko, baik bagi kesehatan fisik maupun kualitas tidur. Sinyal elektromagnetik yang dipancarkan oleh smartphone dapat mengganggu pola tidur dan mengurangi kedalaman tidur, yang berdampak pada rasa lelah keesokan harinya. Selain itu, risiko panas berlebih pada smartphone juga dapat menyebabkan bahaya kebakaran, yang berpotensi mengancam keselamatan pengguna.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Sleep pada 2015 menunjukkan bahwa paparan cahaya biru dari perangkat elektronik, seperti smartphone, sebelum tidur dapat menekan produksi melatonin—hormon alami yang berperan penting dalam mengatur siklus tidur. Ketika produksi melatonin terganggu, tubuh akan kesulitan untuk memasuki tahap tidur nyenyak, sehingga kualitas tidur menurun. Selain itu, paparan radiasi dari smartphone yang diletakkan terlalu dekat dengan tubuh juga dapat menimbulkan potensi risiko kesehatan jangka panjang. Tidak hanya itu, meletakkan smartphone di bawah bantal dapat meningkatkan risiko keamanan, terutama jika perangkat tersebut mengalami panas berlebih, yang dapat berpotensi memicu kebakaran kecil.
Oleh karena itu, penting untuk menyadari dampak negatif kebiasaan ini agar kita dapat tidur dengan lebih aman dan mendapatkan istirahat yang optimal. Berikut beberapa alasan mengapa Anda sebaiknya tidak menaruh smartphone di bawah bantal saat tidur, seperti dirangkum dari Digezt pada Senin (28/10/2024).
Paparan Radiasi Radiofrekuensi (RF)
Paparan radiasi radiofrekuensi (RF) dari HP berpotensi meningkatkan risiko kanker, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan. Studi dari Program Toksikologi Nasional tahun 2018 menunjukkan bahwa paparan radiasi RF dapat menyebabkan kanker pada tikus, namun efek serupa pada manusia belum dikonfirmasi.
Paparan cahaya biru dari layar smartphone dapat menghambat produksi melatonin, hormon yang mengatur tidur, sehingga mengganggu siklus tidur dan kualitas istirahat. Kebiasaan ini dapat memengaruhi durasi dan pola tidur secara keseluruhan, berisiko menyebabkan kurang tidur dan masalah kesehatan lainnya.
Risiko Overheating
Meletakkan ponsel di bawah bantal saat tidur, terutama saat diisi daya, meningkatkan risiko overheating yang dapat memicu kebakaran. Selain itu, posisi ini dapat secara tidak sengaja mengaktifkan alarm atau notifikasi yang mengganggu tidur, menyebabkan kantuk di siang hari.
Kesehatan Mental
Meletakkan ponsel di bawah bantal saat tidur dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik. National Institutes of Health (NIH) menemukan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan kadar kortisol, hormon stres, sehingga meningkatkan risiko depresi dan kecemasan. Kekurangan tidur juga memicu ketidakseimbangan hormon ghrelin dan leptin, yang mengatur rasa lapar dan kenyang, sehingga berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan. Studi dari University of Tsukuba di Jepang menunjukkan bahwa paparan cahaya biru dari ponsel mengganggu produksi melatonin, yang dapat menyebabkan pola makan tidak sehat dan meningkatkan risiko obesitas. Kenaikan berat badan ini dapat memicu risiko penyakit kronis, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, dan kanker, serta melemahkan sistem kekebalan tubuh.
Resiko Kanker
Penelitian dari National Library of Medicine (NLM) menunjukkan bahwa penggunaan ponsel lebih dari sepuluh tahun dapat meningkatkan risiko kanker. University of California-Berkeley juga menemukan bahwa mereka yang menggunakan ponsel lebih dari empat jam sehari memiliki risiko lebih tinggi terkena glioma, jenis kanker otak, dibandingkan mereka yang menggunakan ponsel kurang dari satu jam.
Kesimpulan
Sebagai kesimpulan, penggunaan ponsel yang berlebihan, terutama saat tidur, dapat membawa berbagai risiko bagi kesehatan fisik dan mental. Kebiasaan meletakkan ponsel di bawah bantal atau menggunakannya hingga larut malam dapat mengganggu kualitas tidur, memicu stres, meningkatkan risiko obesitas, dan bahkan dikaitkan dengan risiko kanker dalam jangka panjang. Demi menjaga kesehatan dan kualitas tidur yang optimal, penting untuk membatasi penggunaan ponsel sebelum tidur dan menyimpan perangkat di tempat yang aman dan jauh dari kepala saat beristirahat.
Untuk mengurangi dampak negatif penggunaan ponsel sebelum tidur, beberapa langkah sederhana namun efektif bisa diterapkan:
- Batasi Waktu Penggunaan Ponsel: Usahakan untuk menghindari ponsel setidaknya satu jam sebelum tidur. Ini membantu tubuh mulai rileks tanpa gangguan cahaya biru dari layar.
- Gunakan Mode Malam atau Filter Cahaya Biru: Jika perlu menggunakan ponsel pada malam hari, aktifkan mode malam atau filter cahaya biru untuk mengurangi efek cahaya yang dapat mengganggu produksi melatonin.
- Jauhkan Ponsel dari Tempat Tidur: Tempatkan ponsel di meja atau tempat yang agak jauh dari tempat tidur. Selain mencegah risiko overheating di bawah bantal, ini juga mengurangi paparan radiasi dan menghindari gangguan dari notifikasi atau alarm yang tidak disengaja.
- Gunakan Jam Weker: Jika biasa menggunakan ponsel sebagai alarm, pertimbangkan untuk menggunakan jam weker. Dengan begitu, Anda tidak perlu tergantung pada ponsel di malam hari.
- Buat Rutinitas Relaksasi: Sebagai pengganti aktivitas ponsel, cobalah rutinitas relaksasi sebelum tidur, seperti membaca buku, mendengarkan musik santai, atau bermeditasi.
Dengan langkah-langkah ini, Anda dapat meningkatkan kualitas tidur dan menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Semoga Bermanfaat.
Sumber Referensi : https://www.cnbcindonesia.com/ : Setop Taruh HP di Bawah Bantal Saat Tidur, Efeknya Ngeri
