Liputan CS – BOGOR. Iket Sunda Siliwangi menjadi salah satu produk tradisional paling diburu dalam gelaran LASQI Nusantara yang berlangsung pada 4–7 Desember 2025 dihadiri 25 Provinsi. Mulai dari masyarakat umum, para pelaku UMKM, hingga pejabat, anggota TNI, dan Polri terlihat membeli serta mengenakan iket khas Sunda tersebut selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Hendrik Heryana pengrajin Iket Sunda Siliwangi atau Totopong dari Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor, menyampaikan bahwa penggunaan pakaian adat tidak hanya sebatas simbol budaya, tetapi juga wujud pelestarian nilai-nilai leluhur bangsa.

“Iket Sunda atau Totopong dan Baju Pangsi itu sudah ada sebelum Negara Indonesia merdeka. Ini adalah pakaian sehari-hari orang Sunda. Jadi siapapun boleh memakai baju adat tradisi yang ada di Indonesia, tanpa harus membedakan status apapun. (Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia). Baik rakyat atau pejabat, semua boleh memakai Baju Pangsi dan Iket Sunda Siliwangi—baik warna putih polos, hitam polos, atau batik apa pun.
Justru ketika kita sebagai rakyat memakai pakaian tradisional, itu bagian dari upaya menjaga nilai-nilai kearifan leluhur budaya Indonesia, ikut melestarikan kebudayaan, sekaligus membantu UMKM se-Indonesia. Tidak akan ada kita jika tidak ada leluhur kita. Hatur nuhun,”
— Ucap Hendrik Heryana, Pengrajin Iket Sunda Siliwangi

Antusiasme masyarakat terhadap Iket Sunda Siliwangi mencerminkan semakin kuatnya kebanggaan terhadap budaya daerah sebagai bagian dari jati diri bangsa. Produk ini tidak hanya menjadi penanda identitas Sunda, tetapi juga menjadi ikon yang menyatukan semua kalangan, tanpa memandang status sosial.

Di area pameran LASQI Nusantara 2025, stan Iket Sunda Siliwangi selalu dipenuhi pengunjung. Banyak peserta yang langsung mengenakan iket tersebut di lokasi acara, menjadi simbol kebersamaan sekaligus dukungan nyata terhadap pelaku UMKM lokal.

Dengan slogan:
“IKET SUNDA SILIWANGI, SILIWANGI JIWA RAGA”,
Hendrik Heryana berharap budaya lokal terus dihargai, dijaga, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. RAS
