Liputan CS – CARINGIN. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor bersama Pemerintah Desa Ciderum Kecamatan Caringin menggelar Sosialisasi Pembentukan Kampung Ramah Lingkungan (KRL) di lokasi Stunting. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 5 November 2024 ini bertempat di Aula Desa Ciderum dan dihadiri oleh masyarakat setempat, kader, ibu-ibu Posyandu, anggota KRL Desa Ciderum serta Pendamping Lingkungan Hidup Kecamatan Caringin.

Saat ditemui Tim Liputan CS, Sri, dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengatakan mengatakan bahwa isu Stunting adalah Isu Nasioanal yang merupakan program bersama secara serentak dari beberapa SKPD di Kabupaten Bogor, salahsatunya Dinas Lingkungan Hidup. DLH bisa berkontribusi sebagai penunjang percepatan penurunan stunting. “Isu stunting adalah isu nasional yang merupakan program bersama secara serentak dari beberapa SKPD di Kabupaten Bogor, salah satunya adalah Dinas Lingkungan Hidup. DLH bisa berkontribusi sebagai penunjang percepatan penurunan stunting.” ujar Sri.
Sri, menjelaskan bahwa program yang ada di DLH yaitu sosialisasi pembentukan KRL. KRL terdiri dari 4 aspek secara tidak langsung dapat menunjang percepatan penurunan stunting, diantarany Sanitasi, Pengelolaan Sampah, Penghijauan, dan Peran serta Masyarakat. “Salah satunya dengan program yang ada di DLH, yaitu sosialisasi pembentukan Kampung Ramah Lingkungan (KRL), yang terdiri dari empat aspek yang secara tidak langsung dapat menunjang percepatan penurunan stunting, yaitu sanitasi, pengelolaan sampah, penghijauan, dan peran serta masyarakat.” jelasnya.
Kemudian Sri memaparkan 4 Aspek yang dapat menunjang percepatan penurunan stunting tersebut.”Sanitasi lingkungan menjaga kebersihan, sementara penghijauan lebih kepada menciptakan lingkungan yang asri serta dapat meningkatkan ketahanan pangan di wilayah stunting. Untuk pengelolaan sampah, bisa dilakukan pemilahan sampah, mana yang bisa dipergunakan untuk meningkatkan nilai ekonomi, dan sampah yang sudah tidak bisa digunakan selanjutnya akan diangkut oleh perwakilan dari DLH, yaitu UPT wilayah setempat.” papar Sri.
Harapan dari DLH setelah pembentukan KRL, sesuai dengan instruksi Bupati Bogor bahwa diharapkan 1 RW dapat dibentuk 1 KRL. “Harapan kami dari DLH setelah pembentukan KRL, apabila sudah sesuai dengan instruksi Bupati Bogor, diharapkan satu RW dapat membentuk satu KRL. Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap masyarakat akan lebih peka dan peduli terhadap lingkungan serta dapat membentuk KRL di wilayahnya masing-masing, sehingga peran serta masyarakat dapat membantu mewujudkan lingkungan yang lebih baik.” Lanjut Sri.
Kemudian dikesempatan lain, Sekretaris Desa Ciderum, H. Rizal mengatakan dengan adanya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor bekerjasama dengan Pemerintah Desa Ciderum dalam menyelenggarakan kegiatan sosialisasi kepada seluruh Kampung Ramah Lingkungan (KRL) Desa Ciderum terkait penanganan stunting mengungkapkan harapannya. “Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi acuan bagi kita semua, khususnya bagi masyarakat dan Pemerintah Desa Ciderum. Kami bersyukur dapat berkomunikasi langsung dengan DLH dalam acara sosialisasi ini, di mana antusiasme masyarakat, kader, ibu-ibu Posyandu, dan anggota KRL terlihat jelas. Mereka aktif berinteraksi dan membahas berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Pemerintah Desa Ciderum berharap dapat mendorong kemajuan lebih lanjut dan tetap menjaga komunikasi yang baik dengan DLH. Apabila ada bantuan yang dapat difasilitasi, kami berharap KRL dapat terus berperan sebagai penggiat lingkungan yang berkelanjutan” ungkap H. Rizal. SAN (Kontributor)
