Liputan CS – CIJERUK. Camat Cijeruk, Sobar Mansoer, berkomitmen meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 27 November mendatang, dengan menetapkan target partisipasi sebesar 85 persen. Dalam rangka ini, Kepala Desa (Kades) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) akan mendapat penghargaan apabila mampu mencapai tingkat partisipasi pemilih di atas 85 persen.
Komitmen tersebut diungkapkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) dan evaluasi persiapan Pilkada yang digelar di Hotel 5G, Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Selasa, 5 November 2024. Rakor ini turut dihadiri oleh Kapolsek Cijeruk, Danramil Cijeruk, perwakilan MUI, Puskesmas, PPK, Panwascam, para kepala desa, dan unsur pimpinan kecamatan lainnya.
Sobar Mansoer menjelaskan, rakor ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan teknis dan nonteknis pelaksanaan Pilkada, sehingga penyelenggaraannya dapat berjalan lancar dengan tingkat partisipasi sesuai harapan. “Ini adalah upaya kami untuk memberikan motivasi kepada PPS dan Kades demi suksesnya Pilkada mendatang. Tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi adalah salah satu indikator keberhasilan Pilkada. Karena itu, kami akan memberikan reward bagi Kades dan PPS yang mencapai partisipasi di atas 85 persen,” ujar Camat Cijeruk kepada Pakar.
Dalam pelaksanaan Pilkada nanti, sejumlah guru akan bertugas sebagai penyelenggara. Untuk itu, Camat juga meminta kepada PPK agar Tempat Pemungutan Suara (TPS) disediakan di ruangan dalam (indoor), seperti ruang kelas, guna mengantisipasi cuaca musim hujan yang bisa mengganggu jalannya Pilkada. “Kami juga telah mengundang para kepala sekolah untuk memberikan dispensasi waktu dan izin menggunakan ruang kelas sebagai TPS,” lanjutnya.
Menurutnya, penggunaan ruang kelas sebagai TPS adalah langkah antisipatif mengingat cuaca yang sering hujan. “Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar kebutuhan sarana prasarana dan logistik sudah tersedia di gudang PPK,” tegas Sobar.
Ia menambahkan, kesuksesan Pilkada akan bergantung pada kesiapan penyelenggara, pemahaman peran dan tugas masing-masing, serta tingkat partisipasi masyarakat yang sesuai target tanpa adanya konflik selama dan setelah Pilkada. “Selain memberikan reward, kami juga meminta tokoh masyarakat dan pemuda untuk turut serta dalam menyosialisasikan Pilkada kepada masyarakat,” pungkasnya. UMAT
